Probolinggo — Nilai kebersamaan dan pentingnya akhlak menjadi pesan utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Education Management Information System (EMIS) dan proses penerbitan Izin Operasional (IJOP) Madrasah Diniyah yang digelar DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Rabu (6/5/2026), di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Al-Habib Ali Zainal Abidin, Kecamatan Gending.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Al-Habib Ali Zainal Abidin, dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturahmi dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas pendidikan dan kelembagaan.

“Yang paling utama adalah silaturahmi. Kita tidak mencari perbedaan, tetapi membangun kebersamaan. Perbedaan itu bagian dari pembahasan yang harus disesuaikan, bukan untuk perpecahan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa niat yang tulus dan lurus merupakan dasar penting dalam membangun lembaga pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter santri. Menurutnya, akhlak tetap menjadi pondasi utama yang tidak bisa ditawar.

“Setinggi apa pun ilmu, tanpa akhlak tidak akan berarti. Yang paling utama adalah akhlak santri-santri kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk membentuk akhlak yang kuat, dibutuhkan sistem pendidikan yang paripurna, tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga pembinaan adab dan etika.

“Kita harus mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki etika, akhlak, dan adab. Karena yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat adalah akhlak,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga hubungan baik melalui silaturahmi yang berkelanjutan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun lembaga pendidikan.

“Silaturahmi yang terus terjaga akan membawa kebaikan, baik dari sisi rezeki maupun kesehatan. Mari kita saling membantu dan bahu-membahu,” pesannya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, yang menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan madrasah diniyah berbasis data dan administrasi yang tertib melalui EMIS.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Anas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas berbagai kendala yang dihadapi madrasah diniyah dalam pengisian EMIS.

“Kami berharap ke depan pengelolaan madin semakin baik. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Jannah,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), operator EMIS, serta para pengelola madrasah diniyah se-Kabupaten Probolinggo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas teknis pengelolaan data, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan akhlak sebagai ruh utama pendidikan diniyah.