MALANG — Dampak dari insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, mulai dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Malang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat ratusan penumpang di wilayah Malang mengajukan pengembalian tiket (refund) akibat pembatalan perjalanan beberapa kereta api.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa permohonan refund berasal dari penumpang tiga layanan kereta yang terdampak langsung pembatalan. Ketiga kereta tersebut adalah KA Jayabaya, KA Arjuno Ekspres, dan KA Majapahit.
“Untuk KA Jayabaya, tercatat sebanyak 246 penumpang, dengan 182 di antaranya telah mengajukan refund pada 28 April 2026. Kemudian pada 29 April 2026, terdapat 68 dari 100 penumpang KA Arjuno Ekspres yang sudah melakukan refund. Sementara itu, dari KA Majapahit, 75 dari total 230 penumpang juga telah mengajukan pengembalian tiket,” terang Mahendro, Rabu (29/4).
Adapun KA Jayabaya dan KA Majapahit merupakan layanan dengan relasi Malang menuju Pasar Senen, sedangkan KA Arjuno Ekspres melayani rute Malang menuju Surabaya Gubeng. Pembatalan perjalanan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional pasca-insiden, guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api secara menyeluruh.
KAI memastikan bahwa seluruh penumpang yang terdampak pembatalan berhak mendapatkan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen, di luar biaya pemesanan. Proses refund dapat dilakukan dengan mudah, baik melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di loket stasiun.
Selain pembatalan, KAI Daop 8 juga mencatat adanya keterlambatan pada dua perjalanan kereta lainnya, yakni KA Matarmaja dengan rute Malang–Pasar Senen dan KA Gajayana relasi Malang–Gambir. Keterlambatan tersebut terjadi akibat menunggu kesiapan rangkaian kereta yang terdampak dari insiden sebelumnya.
Mahendro menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui skema service recovery. “Kami memastikan seluruh hak pelanggan tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hingga saat ini, proses pemulihan operasional terus dilakukan secara bertahap, dengan prioritas utama pada aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di seluruh jalur yang terdampak.