KRAKSAAN – Menjaga eksistensi dan kekompakan komunitas tidak selalu harus dengan turing jarak jauh. Hal ini dibuktikan oleh komunitas pecinta motor klasik, Club C70 Kaconk Kraksaan, yang kembali menggelar agenda rutin Kopi Darat (Kopdar) bulanan pada Sabtu malam Minggu (25/04/2026).

Bertempat di kediaman salah satu anggota, Aje, di Desa Banyuanyar Tengah, suasana hangat dan kekeluargaan tamSinergipak menyelimuti para penunggang "bebek besi" tersebut. Pertemuan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang diskusi bagi para anggota untuk saling bertukar pikiran.

Sinergi dan Persiapan Agenda Besar

Sekretaris C70 Kaconk Kraksaan, Sukron Makmun, menjelaskan bahwa Kopdar bulanan merupakan nyawa dari organisasi mereka.

Selain menjadi wadah silaturahmi, pertemuan ini menjadi momen krusial untuk membahas teknis perawatan motor hingga rencana strategis klub ke depan.

"Kopdar ini adalah agenda tetap kami. Di sini kami saling sharing mengenai kendala atau masalah pada motor masing-masing agar performa tetap terjaga. Selain itu, ada iuran kas rutin sebesar Rp20.000 setiap bulan," ujarnya ke Surau.ID.

Lebih lanjut, Sukron sapaan akrabnya, memaparkan bahwa dana kas yang terkumpul memiliki peruntukan yang jelas, terutama untuk mendukung partisipasi klub dalam skala yang lebih luas.

"Uang kas tersebut kami siapkan untuk mendukung kegiatan tahunan, salah satunya menghadiri pertemuan Paguyuban Plat N. Lingkupnya cukup luas, mencakup kawan-kawan dari Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, hingga Malang," tambahnya pria lulusan Unuja itu.

Menjaga Tradisi di Lingkup Plat N

Partisipasi C70 Kaconk Kraksaan dalam agenda regional memang tergolong aktif. Sukron merinci bahwa terdapat agenda triwulan yang digelar secara bergilir di setiap kabupaten di wilayah Plat N.

Menurutnya, persiapan matang juga dilakukan guna menyambut perayaan hari jadi (anniversary) klub-klub motor di bawah naungan paguyuban tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa C70 Kaconk Kraksaan tetap hadir dan berkontribusi dalam setiap perhelatan besar, baik itu agenda tiga bulanan di tiap kabupaten maupun acara anniversary klub-klub saudara kita lainnya. Semua ini demi menjaga solidaritas sesama pecinta motor klasik," pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol soliditas komunitas yang tetap eksis di tengah gempuran tren motor modern.