KLENANG LOR – Malam Minggu (25/4/2026) menjadi momen yang emosional bagi masyarakat Desa Klenang Lor. Setelah sekian tahun absen dari tradisi selamatan desa, halaman kediaman Kepala Desa Muhammad Sodiq akhirnya dipadati ribuan warga yang hadir untuk berselawat sekaligus memperingati khitanan putra Kades, Muhammad Syahrul Mubarok.
Kehadiran Lora Sa’dud Daroin (putra KH Musleh Adnan) memberikan warna tersendiri. Pesan-pesan agama yang disampaikan secara santun menjadi penyejuk di tengah hajat besar yang sudah dipersiapkan panitia selama berbulan-bulan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Muhammad Sodiq tidak menampik bahwa acara ini adalah kerinduan yang baru terbayar. Di sisa separuh masa jabatannya, ia merasa perlu menghidupkan kembali tradisi selamatan desa sebagai wadah pemersatu.
"Inti dari kegiatan ini adalah kekompakan. Kami ingin melihat warga Klenang Lor rukun dan saling mengerti. Jika ada gesekan di bawah, pengajian inilah tempat kita bertemu untuk mendinginkan suasana agar kembali akur," tutur Sodiq dengan nada rendah hati.
Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen, mulai dari BPD, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu relawan dapur yang menjadi tulang punggung suksesnya acara.
Sodiq mengambil langkah berani dengan melakukan transparansi publik di atas panggung. Ia menjelaskan alasan di balik belum rampungnya kantor desa yang menjadi sorotan warga. Meski anggaran desa sedang terkena dampak efisiensi, ia menjanjikan bangunan tersebut akan segera difungsikan.
"Tinggal pengerjaan kaca depan dan keramik saja. Kami harus jujur bahwa keterbatasan anggaran membuat beberapa program sedikit goyah, namun pelayanan tidak boleh berhenti," tegasnya.
Permohonan Maaf Atas Insiden Drumband
Menanggapi kritik masyarakat terkait penampilan grup drumband yang mengenakan celana pendek saat prosesi acara, Kades Sodiq secara terbuka menyampaikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena faktor ketidaksengajaan dan komunikasi yang terputus dengan pihak penyedia jasa.
"Pemesanan itu dilakukan mendadak melalui rekan saya. Saya cukup terkejut melihat kostum mereka saat tiba di lokasi. Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan atau laporan negatif yang muncul. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami," ucapnya tulus.
Acara yang disponsori oleh Pemerintah Desa ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan baru bagi Desa Klenang Lor agar menjadi desa yang lebih harmonis, transparan, dan diberkahi ke depannya.