KANIGARAN – Menjelang Ramadan sekaligus menghadapi arus mudik Lebaran 2026, berbagai persiapan mulai dimatangkan di Kota Probolinggo. Salah satunya pembenahan infrastruktur jalan nasional yang mengalami kerusakan. Sejumlah titik berlubang dan retak kini mulai diperbaiki. Tercatat, sekitar 15 kilometer ruas jalan nasional di wilayah kota memerlukan penanganan melalui metode patching.

Patching adalah teknik perawatan jalan dengan cara menambal bagian yang berlubang, retak, maupun terkelupas menggunakan material aspal atau beton. Metode ini bertujuan mengembalikan kondisi permukaan jalan agar kembali rata serta aman dilalui kendaraan.

Memasuki pertengahan Februari 2026, intensitas pekerjaan perbaikan di sepanjang jalur nasional Kota Probolinggo semakin ditingkatkan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur memfokuskan pemeliharaan rutin, terutama untuk menutup lubang yang muncul akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Penilik Jalan BBPJN Jawa Timur, Taufik Andri, menjelaskan bahwa penanganan kerusakan dilakukan dengan sistem patching. Lapisan aspal yang rusak terlebih dahulu dikupas hingga kedalaman tertentu, kemudian dilakukan pengaspalan ulang agar struktur jalan kembali optimal.

“Pekerjaan sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Untuk wilayah Kota Probolinggo, total sekitar 15 kilometer jalan nasional yang ditangani dengan metode patching,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses perbaikan akan terus dipercepat agar tuntas sebelum puncak arus mudik. Dengan demikian, pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman. “Selama cuaca mendukung dan tidak turun hujan, pengerjaan akan terus kami kebut supaya saat arus mudik nanti kondisi jalan sudah dalam keadaan baik,” pungkasnya.