PROBOLINGGO — Ratusan jemaah Thoriqoh Attijaniyah mengikuti kegiatan Hailalah Bersama yang digelar di Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Walisongo, Pondok Pesantren Manba’ul Huda, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sedikitnya 21 muqaddam atau pembimbing Thoriqoh Attijaniyah dari Kabupaten Probolinggo dan sejumlah daerah di sekitarnya. Kehadiran para muqaddam menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat silaturahmi antarikhwan atau anggota tarekat di wilayah Tapal Kuda.

Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Huda sekaligus tuan rumah kegiatan, KH Ahmad Ubaidillah, menyampaikan bahwa majelis Hailalah merupakan agenda rutin yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial bagi para pengikut Thoriqoh Attijaniyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan antarsesama jemaah.

“Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini kami dapat bersilaturahmi dan berzikir bersama para kiai, muqaddam, serta ikhwan dari berbagai daerah. Semoga majelis ini menjadi sarana mempererat persaudaraan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.

KH Ahmad Ubaidillah menjelaskan bahwa Hailalah merupakan salah satu amaliah yang dijalankan dalam tradisi Thoriqoh Attijaniyah. Melalui kegiatan tersebut, para jemaah diajak untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus mendoakan keselamatan umat, bangsa, dan masyarakat.

Ia menilai kehadiran puluhan muqaddam dalam satu majelis memberikan semangat tersendiri bagi para santri dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi sarana bertukar pengalaman dan memperkuat koordinasi dalam pengembangan syiar keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap majelis ini menjadi ikhtiar bersama untuk terus menyebarkan syiar Islam yang damai, sejuk, dan menentramkan. Semoga silaturahmi antarikhwan Thoriqoh Attijaniyah senantiasa terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh umat,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan salawat, dilanjutkan dengan zikir Hailalah secara berjemaah, kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para muqaddam yang hadir.

Suasana khusyuk tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara. Para jemaah mengikuti setiap sesi dengan penuh kekhidmatan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kebersamaan dalam bingkai persaudaraan Islam.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap nilai-nilai spiritual, persatuan, dan kebersamaan yang terbangun dalam majelis dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.