PROBOLINGGO — Seorang perawat Rumah Sakit (RS) Graha Sehat Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Moh. Romli (32), diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang petugas keamanan (satpam) di rumah sakit tempatnya bekerja, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Romli, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, harus menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Graha Sehat. Korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah setelah diduga dipukul menggunakan tangan kosong.

Terduga pelaku diketahui bernama I Kadek Wisnu (24), warga Kota Probolinggo. Ia disebut merupakan petugas keamanan di RS Graha Sehat Kraksaan. Berdasarkan keterangan korban, terduga pelaku datang ke area parkir rumah sakit menggunakan sepeda motor dengan mengenakan pakaian dan sepatu satpam.

Saat itu, Romli mengaku tengah bersantai bersama sejumlah rekannya di area parkir. Tanpa diduga, terduga pelaku tiba-tiba mendekatinya dan melakukan pemukulan secara bertubi-tubi.

Beberapa bagian wajah korban yang disebut terkena pukulan antara lain rahang, dahi, hidung, pipi, dan bibir. Korban mengaku tidak mengetahui penyebab maupun persoalan yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

“Saya tidak tahu masalahnya apa dan saya juga tidak menyangka kalau saya bakal dipukul. Padahal saya tidak pernah berkomunikasi dengan dia (pelaku), meskipun sering ketemu,” kata Romli saat menjalani perawatan di IGD RS Graha Sehat.

Romli menuturkan, setelah kondisinya mulai sadar, dirinya sempat meminta terduga pelaku untuk duduk dan menanyakan alasan dirinya dipukul. Namun, menurut Romli, jawaban yang diberikan pelaku tidak menjelaskan secara jelas mengenai persoalan tersebut.

Karena merasa dirugikan dan mengalami luka akibat kejadian itu, Romli kemudian memilih melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif tanpa melihat latar belakang keluarga terduga pelaku.

Romli juga meminta agar penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional. Ia menegaskan tidak akan menempuh jalan damai dan tetap akan melanjutkan proses hukum.

“Tetap lanjut dan tidak akan damai sekalipun dia anak dari polisi. Proses hukum tetap akan saya tempuh, apalagi keluarga saya tidak terima atas kejadian yang saya alami,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terduga pelaku telah diamankan oleh anggota Polsek Kraksaan. Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan kepada Satreskrim Polres Probolinggo untuk menjalani proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses hukum terhadap terduga pelaku masih berjalan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti kronologi, motif, serta unsur pidana dalam perkara tersebut.