BANDUNG — Pemerintah terus mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian dan perikanan, seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi berbasis teknologi. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah perkotaan, tetapi juga mulai menjangkau daerah-daerah produktif yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa digitalisasi kini telah menjadi kebutuhan penting yang tidak lagi terbatas pada aktivitas masyarakat kota. Menurutnya, sektor pertanian hingga perikanan laut telah mulai memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
“Digitalisasi tidak hanya di kota. Pertanian hingga perikanan laut kini juga memanfaatkan teknologi digital,” ujar Edwin dalam Forum Diskusi bertajuk “Digitalisasi Koperasi untuk Kesejahteraan Petani dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional” yang digelar di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi seperti sensor digital kini telah membantu para pelaku usaha di sektor perikanan dalam memantau kondisi lingkungan secara lebih akurat dan real-time. Dengan adanya teknologi tersebut, proses produksi dapat dilakukan dengan lebih efisien, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen maupun tangkapan.
Lebih lanjut, Edwin menekankan bahwa keberhasilan usaha di era modern tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan etika semata. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
“Selain adab dan ilmu, pelaku usaha juga harus memanfaatkan alat atau teknologi yang memadai,” katanya.
Dalam mendukung hal tersebut, pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan akses internet ke seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 80 persen wilayah telah terhubung dengan jaringan internet, sementara penetrasi layanan seluler telah mencapai sekitar 96 persen, meskipun kualitas jaringan di beberapa daerah masih perlu ditingkatkan.
Edwin mengakui bahwa kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau serta wilayah pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan infrastruktur digital. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menghadirkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
“Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan wilayah pegunungan menjadi tantangan tersendiri. Namun, pemerintah berkomitmen menghadirkan akses internet yang merata,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini internet telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sejajar dengan kebutuhan listrik dan air bersih. Hal ini dikarenakan semakin banyak aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik yang bergantung pada konektivitas digital.
Dalam pengembangan infrastruktur digital, pemerintah juga tengah melakukan uji coba teknologi jaringan nirkabel terbaru serta mempersiapkan implementasi jaringan 5G pada pita frekuensi tertentu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan internet di masa mendatang.
Selain pembangunan infrastruktur, Kemkomdigi juga menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pelatihan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) bagi petani dan pelaku usaha sektor pangan. Program ini tidak hanya menghadirkan teknologi lokal, tetapi juga memberikan pendampingan hingga peserta mampu mengoperasikan perangkat secara mandiri.
Di sisi lain, pemerintah turut membentuk komunitas digital berbasis inovasi di berbagai daerah. Komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat untuk belajar dan berbagi pengetahuan terkait pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan sektor masing-masing, mulai dari pertanian, perikanan, kehutanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui komunitas ini diharapkan lahir talenta digital dan pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi dalam aktivitas ekonominya,” pungkas Edwin.