PROBOLINGGO - Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, masih fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur. Tahun ini, pemerintah desa merencanakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) untuk mencegah terjadinya longsor.
Desa Andungsari memiliki kondisi geografis yang didominasi tebing. Kondisi ini membuat setiap pembangunan infrastruktur harus diperhatikan secara matang, demi memberikan kenyamanan bagi warga serta mencegah potensi bencana.
Bendahara Desa Andungsari, Andry Tri Wibowo, mengatakan bahwa wilayah administratif desa sebagian besar berbatasan dengan tebing. Hal ini menyebabkan tingginya potensi bencana tanah longsor dan menjadi perhatian serius pemerintah desa. Oleh karena itu, tahun ini pemerintah desa akan membangun TPT di sejumlah titik rawan longsor.
“Bencana longsor sewaktu-waktu bisa saja terjadi, sebab banyak wilayah desa berada di area tebing. TPT perlu dibangun di titik-titik potensi longsor,” katanya.
Tahun ini, pemerintah desa akan membangun TPT di RT 12/RW 4, Dusun Paleran, dengan panjang 50 meter dan ketinggian 2,5 meter. Pembangunan ini bertujuan mencegah longsor sekaligus memperkuat bahu jalan agar tidak mudah ambrol saat dilintasi kendaraan.
“Jalan yang dibangun TPT ini sebelumnya pernah longsor dan tergerus air hujan. Agar lebar jalan tidak berkurang, maka akan dibangun TPT. Ruas jalan cukup panjang, sehingga kami realisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Pada tahun sebelumnya, pemerintah desa telah melakukan paving jalan sepanjang 320 meter di RT 4/RW 1, Dusun Krajan. Jalan tersebut merupakan akses menuju Wisata Ranu Merah yang menjadi salah satu destinasi unggulan Desa Andungsari.
Sebelumnya, jalan tersebut hanya berupa tanah. Saat musim hujan, kondisi jalan sering becek dan berlumpur sehingga menjadi licin. Setelah dilakukan paving, pemerintah desa berharap Wisata Ranu Merah semakin diminati wisatawan.
“Potensi wisata harus didukung dengan infrastruktur yang baik. Untuk mendongkrak jumlah pengunjung, kami membangun jalan agar lebih nyaman,” jelasnya.