TIRIS – Perbaikan kebocoran pipa gravitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tancak di Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, masih terus berlangsung. Akibatnya, pasokan air bersih ke sejumlah wilayah terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo turun tangan dengan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak. Pada Sabtu (11/4), BPBD menyalurkan air bersih ke dua desa, yakni Desa Sawahan dan Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris.

“Di masing-masing titik, kami mendistribusikan satu tangki air bersih berkapasitas 6.000 liter,” ujar petugas BPBD Kabupaten Probolinggo, Agus Salim.

Dalam proses pendistribusian, petugas harus melakukan pengambilan air sebanyak dua kali dari Kantor Desa Maron Wetan. Setelah tangki terisi penuh, air kemudian disalurkan ke lokasi pertama, lalu kembali diisi ulang sebelum didistribusikan ke lokasi kedua, Desa Tegalwatu.

“Satu tangki untuk satu titik, sehingga kami harus dua kali pengambilan. Setelah air habis, kami isi ulang di Kantor Desa Maron Wetan, kemudian kembali ke lokasi kedua untuk menyalurkannya,” jelasnya.

Akibat putusnya pipa SPAM, ratusan warga di dua desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Di Desa Sawahan, terdapat 48 kepala keluarga atau 197 jiwa terdampak. Sementara itu, di Desa Tegalwatu mencapai 95 kepala keluarga atau sekitar 390 jiwa.

Selama proses pendistribusian berlangsung, warga mengantre dengan tertib untuk mendapatkan air bersih. Mereka membawa berbagai wadah penampungan, seperti galon, ember, jeriken, hingga tempat penampungan air lainnya.