Kraksaan, 29 Juli 2026 – Institut Badri Mashduqi (IBAMA) secara resmi melantik Rektor beserta dua Wakil Rektor untuk masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan sekaligus peneguhan komitmen institusi untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan baru IBAMA serta memberikan apresiasi kepada pimpinan periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun fondasi kelembagaan yang kokoh bagi perkembangan institusi.

Beliau menegaskan bahwa perjalanan IBAMA merupakan hasil dari proses transformasi kelembagaan yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Berawal dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Badri Mashduqi yang memperoleh izin operasional pada 23 April 2020, institusi tersebut kini resmi bertransformasi menjadi Institut Badri Mashduqi (IBAMA) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1803 Tahun 2025 tentang perubahan bentuk kelembagaan. Perubahan status tersebut menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu kurang dari enam tahun.

Dalam arahannya kepada pimpinan baru, Yayasan Al-Mashduqiah menekankan sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi prioritas selama masa kepemimpinan 2026–2030. Agenda tersebut meliputi penguatan tata kelola kepemimpinan yang kolektif, kolaboratif, dan profesional; peningkatan mutu pendidikan melalui optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai langkah menuju akreditasi unggul; serta pengembangan program studi baru, khususnya di bidang Teknologi Informasi, sebagai respons terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain itu, Yayasan juga mendorong percepatan digitalisasi tata kelola perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi informasi pada seluruh aspek layanan akademik maupun administrasi. Tidak kalah penting, percepatan pembukaan Program Magister Studi Islam menjadi salah satu target strategis yang diharapkan mulai menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026–2027.

Menurut Ketua Yayasan, kemajuan teknologi dan inovasi pendidikan harus tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas utama Pesantren Al-Mashduqiah. Perguruan tinggi berbasis pesantren, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritual, dan kepemimpinan yang kuat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan institusi, Yayasan Al-Mashduqiah menyatakan kesiapan untuk terus mendukung kemajuan IBAMA melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta dukungan pendanaan strategis yang diarahkan pada pengembangan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Yayasan juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan visi bersama menjadikan IBAMA sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi jati diri institusi.

Mengakhiri sambutannya, KH. Dr. Mukhlisin Sa’ad, M.Ag. mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan amanah kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Beliau juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk senantiasa mendoakan agar Rektor dan Wakil Rektor yang baru diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan amanah kepemimpinan demi membawa Institut Badri Mashduqi menuju masa depan yang semakin maju, berprestasi, dan berdaya saing global.

Versi ini lebih sesuai dengan standar penulisan berita institusi atau rilis resmi, menggunakan bahasa yang formal, mengalir, dan menonjolkan nilai strategis dari pelantikan serta arah pengembangan IBAMA.