lensadata.org, PROBOLINGGO — Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) Genggong resmi menjalin kerja sama implementatif dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA), Rabu (7/10/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro, Kecamatan Krucil, tersebut menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati antara UNHASA dan DKUPP Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini difokuskan pada dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni pengembangan Communal Branding AR PRO (Aren Rengganis Probolinggo) Palm Sugar.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNHASA akan diterjunkan secara langsung untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam program Communal BrandingAR PRO selama tiga bulan ke depan. Pendampingan akan berfokus pada penguatan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing produk gula aren lokal di pasar yang lebih luas.

Ketua Program Studi Bisnis Digital UNHASA, Beny Yusman, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola pemasaran produk. Karena itu, pelaku UMKM perlu didorong untuk memanfaatkan berbagai platform digital agar mampu bersaing di tengah semakin ketatnya kompetisi pasar.

“Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Beny.

Ia menambahkan, mahasiswa akan mendampingi UMKM dalam berbagai aspek pemasaran digital, mulai dari penyusunan strategi copywriting, pembuatan desain promosi, penguatan identitas merek (branding), hingga penyusunan strategi publikasi dan pemasaran melalui media digital.

Beny berharap pendampingan tersebut dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk gula aren yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat di wilayah Krucil dan sekitarnya.

Sementara itu, perwakilan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mochamad Iqbal, menyambut baik sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar modern.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemasaran produk gula aren lokal, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan daerah agar semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Iqbal menilai keterlibatan mahasiswa menjadi nilai tambah tersendiri karena para peserta pendampingan dapat memperoleh wawasan baru terkait pemasaran digital yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.

Program Communal Branding AR PRO sendiri merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun identitas kolektif produk unggulan daerah. Melalui pendekatan tersebut, berbagai produk lokal didorong memiliki citra yang kuat, kualitas yang terstandar, serta strategi pemasaran yang terintegrasi sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNHASA akan bekerja sama dengan pelaku UMKM, koperasi, dan pendamping program untuk menyusun berbagai strategi pengembangan pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk gula aren Krucil.

Penandatanganan IA tersebut turut dihadiri dosen Prodi Bisnis Digital UNHASA Sri Nurhasana dan Ummi Latifah, perwakilan Program Studi Informatika, tiga mahasiswa pendamping, Tim Tenaga Ahli Program Communal Branding AR PRO Provinsi Jawa Timur Frangki, serta pengurus Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro, Suhat dan Mega.

Melalui kerja sama ini, UNHASA dan DKUPP Kabupaten Probolinggo berharap pengembangan Communal Branding AR PRO tidak hanya memperkuat identitas produk gula aren lokal, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM secara berkelanjutan.